Redaksi

Wabah Tha’un, Sahabat Nabi, dan Nasihat Rasulullah saw.

Dunia sedang was-was. Penyebabnya adalah virus Corona. Ini bukan kali pertama sejarah manusia diintai Tha’un epidemi. Salah satu yang masih lekat dalam ingatan adalah menyebarnya wabah Tha’un.

Dalam catatan sejarah, ketika wabah Tha’un melanda, ada ratusan ribu orang yang meninggal. Namun, yang paling terkenal terjadi pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Saat itu, wabah Tha’un di Amwas, Syam, menyebabkan dua puluh lima ribu orang meninggal.

Wabah Tha’un, Sahabat Nabi, dan Nasihat Rasulullah saw. Read More »

Novelis Muda Alumni Gontor Terima Penghargaan IBF Award 2020

Novelis muda Indonesia berbakat, Hangka, menerima penghargaan Islamic Book Fair (IBF) Award 2020 sebagai Buku Islam Terbaik kategori Fiksi Dewasa. Penghargaan ini diberikan dalam perhelatan IBF 2020 yang saaat ini sedang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Jakarta (26/2/20).

Novelis Muda Alumni Gontor Terima Penghargaan IBF Award 2020 Read More »

SEKILAS TENTANG IBNU KHALDUN

SEKILAS TENTANG IBNU KHALDUN – Ibnu Khaldun merupakan Ulama, Sejarawan, Sosiologi, Ilmuwan, dan Filsuf yang lahir pada awal Ramadhan 732 H bertepatan dengan 27 Mei 1332 M. Nama Lengkapnya Abu Zaid Abdul Rahman Ibnu Khaldun Waliy ad-Din at-Tunisi al-Hadrami al-Isybili al-Maliki.

Denominasi etnisnya, al-Hadrami, berasal dari Hadramaut di Arab Selatan, yang melambangkan rumah leluhur keluarganya. Menurut Ibnu Khaldun sendiri, leluhurnya termasuk suku Arab kuna yang bernama Khaldun di Arab Selatan. Keluarga ini bermigrasi ke Andalusia Spanyol pada masa penaklukan muslim di awal dekade abad ke-8.

Ibnu Khaldun merupakan keturunan keluarga aristokratis yang sangat berpengaruh yang dijunjung tinggi di Andalusia Spanyol dan Maghrib. Faktor keluarga ini membantu Ibnu Khaldun kecil untuk memperoleh pendidikan dan pengajian terbaik yang tersedia di masa itu.

Ibnu Khaldun mengalami kekerasan di antara usianya yang lima belas dan dua puluh lima tahun, baik itu sifatnya alami maupun buatan manusia. Pertengahan abad keempat belas dikenal karena periode ketidakstabilan politik luar biasa dan bencana alam dalam bentuk Kematian Hitam yang terkenal.

Dalam menyelesaikan pendidikannya, Ibnu Khaldun berguru kepada banyak ulama yang dinggah di Kota Fez, seperti: Muhammad bin Suffar, Ibrahim bin Zarrar, Muhammad al-Ballafiqi, dan sebagainya.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Ibnu Khaldun mulai terjun ke dalam intrik politik dan membuatnya kerap berpindah-pindah tempat tinggal. Pada suatu waktu dia ikut ambil bagian dalam menciptakan penyebab kenaikan atau kejatuhan suatu Dinasti, dan pada saat lain dia menyalakan api persaingan, intrik, dan perang.

Periode hidupnya ini banyak mendapat kritik dari sebagian orang yang telah melakukan studi tentang kehidupannya. Ibnu Khaldun dinilai tidak memberikan contoh yang baik tentang sikap kesetiaan dan kebaikan.

Setelah merasa lelah dengan kehidupan politik, Ibnu Khaldun pun menarik dirinya dari publik. Begitu ia mulai merasakan kedamaian, ia pun mulai menulis karya agungnya Muqaddimah di Qal’at Ibnu Salamah. Pada saat itu Ibnu Khaldun telah mencapai usia empat puluh lima tahun. Dibutuhkan waktu lima bulan baginya untuk menyelesaikan penulisan Muqaddimah, hingga pertengahan 779 H/1378 M.

SEKILAS TENTANG IBNU KHALDUN Read More »

Cara Ampuh Menemukan Kunci Hidup ala Pendiri Pondok Gontor, KH. Imam Zarkasyi

Orang yang gagal cenderung menutup diri, dunia terlihat gelap bagi dirinya. Terpaku pada kegagalannya, tidak bisa segera beranjak melihat alternatif lain. Lebih parah lagi jika fanatik pada satu sektor usaha saja.

Gagal merintis usaha adalah hal biasa. Ganti usaha tidak ada yang mengharamkan, tetapi jangan gonta-ganti usaha karena mudah menyerah menghadapi tantangan usaha.

Carilah bidang karya atau jenis usaha yang memang cocok untuk kita. Cocok artinya kita bisa merasakan enjoy ketika menjalaninya. Cocok artinya kita senang menjalankan jenis usaha tersebut. Jika tidak merasakan enjoy, maka kita akan mudah menyerah jika bersaing.

Cara Ampuh Menemukan Kunci Hidup ala Pendiri Pondok Gontor, KH. Imam Zarkasyi Read More »

Fondasi Amal Perbuatan Manusia Menurut Syekh Abdul Qadir Jailani

“Merendahkan diri hanya pantas kepada Allah, bukan pada yang lain. Seharusnya hubunganmu dengan Allah itu semata-mata demi Allah, bukan demi yang lain.”

Syekh Abdul Qadir jailani, Kitab Fathur Rabbani

Pada hari Jumat pertengahan bulan Syawal tahun 545 H, Syekh Abdul Qadir Jailani berkhotbah di madrasahnya dengan mengutip salah satu hadis nabi yang artinya:

“Kosongkanlah diri kalian dari kecemasan duniawi semampu kalian.”

Fondasi Amal Perbuatan Manusia Menurut Syekh Abdul Qadir Jailani Read More »

Promo Harbolnas Diskon 50%

H-7 menuju Turos Harbolnas 10.10

Kira-kira buku-buku laris apa aja yaaaaa yang akan diikutkan dalam promo kali ini? Pokoknya Admin gak mau bocorin. Makanya pantau terus sosmed Turos Pustaka biar tahu buku-buku yang akan kami sertakan dalam event kali ini.

Dijamin nyesel deh kalo ngelewatin event yang satu ini. Psssttt!!! Event ini hanya berlangsung selama satu hari di tanggal 10 Oktober 2019 mulai pukul: 00.00-23.59 WIB.

Promo Harbolnas Diskon 50% Read More »

Imam Syadzili, Pendiri Tarekat Syadziliyyah yang Garis Keturunannya Bersambung hingga Rasulullah SAW

“Hal yang paling bijaksana adalah berpaling dari dunia dan terpesona oleh akhirat”

-Imam Syadzili-

Nama Lengkap dan Nasab

Imam Syadzili merupakan pendiri Tarekat Syadziliyyah yang lahir pada 593 H/1197 M di Ghumarah, Maroko. Nama lengkapnya Abu al-Hasan Ali bin Abdullah bin Abdul Jabbar bin Tamim bin Hormuz. Garis keturunannya bersambung hingga Rasulullah saw.

Imam Syadzili, Pendiri Tarekat Syadziliyyah yang Garis Keturunannya Bersambung hingga Rasulullah SAW Read More »

Imam al-Qusyairi, Tokoh Sufi Abad ke-10 M yang Memadukan Ilmu Syari’at dan Ilmu Hakikat

Selama masa hidupnya, Imam al-Qusyairi dikenal sebagai seorang pembela ahlu sunnah wal jamaah dalam menentang doktrin aliran Mu’tazilah, Karamiyah, Mujassamah, dan syi’ah. Tidak hanya itu, ia juga dikenal sebagai seorang sufi yang memadukan antara ilmu syari’at dan ilmu hakikat. Hal ini tercermin di dalam buku ar-Risalah al-Qusyairiyah yang merupakan karya paling monumental yang pernah ditulisnya.

Imam al-Qusyairi, Tokoh Sufi Abad ke-10 M yang Memadukan Ilmu Syari’at dan Ilmu Hakikat Read More »

Ibnu Atha’illah al-Iskandari, Penulis Kitab Induk Tasawuf al-Hikam

Ibnu Atha’illah dikenal luas sebagai seorang alim yang menghiasi dirinya dengan berbagai disiplin ilmu yang telah dipelajarinya. Ia menumpahkan seluruh hatinya saat ia memberikan nasihat, wejangan, dan arahan sehingga setiap ucapannya sangat berpengaruh kuat hingga merasuk ke dalam jiwa. Hal ini sesuai dengan kesaksian para murid dan ulama yang hidup sezaman dengannya.

Ibnu Atha’illah al-Iskandari, Penulis Kitab Induk Tasawuf al-Hikam Read More »